Hallo Sobatku Selamat Datang , Rekomendasi Game Online (PARADA4D) | Minimal deposit Rp.5000 | Menerima Deposit Pulsa | Yuk Gabung Sekarang Juga !!!

Selasa, 08 Juli 2025

Dari PON 2024 Kini Pecatur Asal Sleman Shafira Devi Herfesa Melangkah ke Piala Dunia Catur

 



Shafira Devi Herfesa menjadi wakil Indonesia dalam Piala Dunia Catur 2025. Rutin berlatih catur sejak usia sekolah dasar.


DIA adalah kejutan dari Mongolia. Tanpa titel catur dan baru berusia 16 tahun, Shafira Devi Herfesa menempati peringkat pertama dalam kualifikasi Piala Dunia Catur Zona Asia 3.3—Asia Timur dan Asia Tenggara—di Ulan Bator, Mongolia, pada 2 Mei 2025. Dia menundukkan women grandmaster asal Filipina dan tuan rumah. Torehan prestasi ini membawa Shafira menuju Piala Dunia Catur 2025 yang akan berlangsung di Georgia pada 5-9 Juli mendatang.


Shafira, peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional atau PON 2024 di Aceh-Sumatera Utara, mengaku terkejut. "Target awalnya mencari peringkat, bukan juara," kata dia. Maklum, di antara enam wakil Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia Catur, hanya dia yang belum bertitel. Dalam kategori putri, gelar itu mulai dari woman candidate master, woman FIDE master, woman international master, dan woman grandmaster.


Kini, atlet catur muda asal Sleman, Yogyakarta, itu mondok di pemusatan latihan nasional di Bekasi, Jawa Barat. Di sela agenda latihannya yang padat, Shafira menerima wartawan Tempo, Bagus Pribadi, untuk wawancara khusus pada Sabtu, 17 Mei 2023, di Museum Catur Indonesia, Bekasi. Berikut petikannya.



Apa kunci keberhasilan Anda dalam kualifikasi Piala Dunia Catur?


Bermain dengan gaya yang sama dengan sebelumnya. Kemarin, ketemu lawan dari Mongolia, Filipina, dan Indonesia. Mongolia paling berat karena tujuh kali ketemu orang Mongolia. Total sembilan kali main, Indonesia dan Filipina sekali.


Pelatih menargetkan menjadi juara?


Enggak ada kepikiran untuk menjadi juara. Saya merupakan peserta yang belum disoroti ratingnya. Maka, ekspektasinya mencari rating, lalu mencari gelar woman FIDE master.


(Kemenangan dalam kualifikasi Piala Dunia Catur membuat elo rating Shafira melonjak dari 1983 menjadi 2378. Elo rating adalah sistem pemeringkatan yang menghitung keterampilan relatif pecatur profesional).


Ada target dalam Piala Dunia nanti?


Belum ada. Belum ditargetkan.


Singapura dan Mongolia yang lolos dari kualifikasi zona Asia Timur dan Tenggara bersama Indonesia. Bagaimana persaingan dengan mereka?


Lawan berat adalah Mongolia. Rating pemainnya tinggi-tinggi.


Bagaimana Anda berlatih untuk Piala Dunia Catur?


Latihan di pelatnas, dari jam 1 siang sampai jam 6 sore, Senin sampai Jumat. Dipotong satu jam istirahat, jadi total empat jam sehari.


Metode latihan seperti apa?


Dari opening untuk mengatur strategi dari awal, lalu di middle game untuk pemahaman posisi. Kadang, latihan dimulai dari end game untuk menguasai babak akhir dan menghafal pola. Ada latihan materi juga, pakai soal-soal begitu. Misalnya, ada posisi tertentu, saya harus ngapain dan ambil langkah apa. Menu lain berupa menjawab teka-teki untuk mengasah kecerdasan agar banyak ide ketika bermain.


Latihan apa yang menurut Anda paling susah?


End game. Kadang kita perlu melakukan pertukaran—masing-masing pemain memakan buah catur lawan—kadang juga enggak. Saya biasa melakukan pertukaran dalam situasi tertekan sehingga harus mengurangi kekuatan lawan.


Apa kunci keluar dari situasi tertekan seperti itu?


Biasanya saya menebak trik yang akan digunakan lawan. Pecatur harus tahu ide sendiri dan ide lawan. Kalau menang, berarti karena mengetahui trik lawan.


Bagaimana Anda bisa tahu trik lawan?


Dari latihan. Ada soal-soal mengenai posisi-posisi begitu.


Seperti apa gaya permainan Anda?


Saya lebih mendekati tipe agresif. Biasanya saya yang mulai duluan untuk memakan bidak lawan.


Gaya agresif itu hasil latihan?


Dari kecil, saya bermain dengan gaya itu. Sudah menjadi insting.


Menurut Anda, kapan waktu paling krusial untuk menentukan kemenangan dalam catur?


Waktu serang-menyerang kalau gaya bermainnya sama-sama agresif. Jadi saling adu kalkulasi. Itu biasanya di middle game.


Bagaimana pecatur menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan?


Saya memaksakan diri sendiri agar tetap berfokus. Meski begitu, tetap saja sering hilang fokus. Aneh, memang. Kadang-kadang suka tiba teringat hal-hal random. Ini mempengaruhi permainan.


Bukan karena diganggu lawan?


Memang sering ada gangguan. Saya tidak menerapkan cara itu. Jadi, kalau lawan begitu, saya cuek saja. Itu tak mempengaruhi permainan saya. Biasanya lawan seperti itu dalam keadaan sulit.


Bagaimana cara ayah mengenalkan Anda ke catur saat usia 3 tahun?


Ayah juga pemain catur. Dulu pernah bermain dalam kejuaraan. Pas kecil, saya hanya belajar di rumah, tak ada ke sekolah catur. Ayah berdisiplin dan latihannya juga lumayan banyak. Biasanya saya latihan dari pagi sampai malam. Bangun lagi, subuh latihan lagi. Itu umur 5-6 tahun. Sekolah kan jam 10 atau 11 siang sudah pulang, jadi latihan mulai jam lima pagi ketika hendak sekolah, lalu dilanjutkan lagi sepulang sekolah.


Saat itu sudah ikut kompetisi?


Ya, mulai kelas I SD. Itu pertama kali saya kalah dan menjadi juara kedua. Dari situ, saya rutin ikut kejuaraan tingkat sekolah, kabupaten, hingga nasional.


Kapan Anda menyadari dan memutuskan menjadi atlet catur?


Sejak di pelatnas. Saya masuk pelatnas sejak Agustus 2023.


Sebelum masuk pelatnas, siapa yang mendanai Anda ikut lomba catur?


Biasanya dari pemerintah daerah. Saya mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta untuk lomba di tingkat nasional. Dari kejuaraan nasional kelompok umur 9 tahun, saya meraih gelar juara pertama.


(Terakhir, dalam PON XXI Aceh dan Sumatera Utara 2024, Shafira meraih medali emas di nomor perorangan putri).


Ada perbedaan metode latihan antara pelatihan daerah dan nasional?


Di pelatnas lebih terarah. Pelatihnya juga lebih jelas dalam latihan. Di pelatihan daerah, lebih bersifat sparring.


Bagaimana kamu bersekolah saat menjalani pelatnas?


Saya sekolah formal sampai SMP. Sekarang SMA homeschooling. Saya masuk pelatnas saat kenaikan kelas IX. Tapi waktu itu masih pelatnas online.



Ayah masih memberi masukan saat bertanding?


Ya, seperti arahan saat latihan, sebelum turnamen juga dikasih pesan-pesan harus apa saja saat pertandingan.


Menurut Anda, catur bisa menjadi sumber penghasilan?


Bisa banget. Waktu PON, saya mendapat gaji bulanan. Sekarang, tidak, tapi ada hadiah dari turnamen. Kalau saya menjadi pecatur hebat, uang akan mengalir.


Ada ketertarikan lain di luar catur?


Pernah ada, seperti ingin menyanyi, tapi tak jadi. Jadi selingan saja.


Siapa pecatur favorit Anda?


Magnus Carlsen—grandmaster asal Norwegia—karena dia pemain yang serba bisa. Mau main agresif bisa, main posisional juga bisa. Saya mau seperti itu.


Apa keinginan terbesar Anda?


Sebisa mungkin saya akan mencoba mendapatkan gelar grandmaster. Meski susah, tetap memungkinkan. Belum ada pecatur perempuan Indonesia meraih gelar itu.


(Berbeda dengan woman grandmaster, gelar grandmaster terbuka untuk semua gender. Judit Polgar asal Hungaria, misalnya, menjadi grandmaster saat usia 15 tahun pada 1991).


Piala Dunia Catur 2025 menjadi jalan untuk mencapai itu?


Saya tak mau berekspektasi terlalu tinggi karena takut jadi beban. Jadi berfokus bermain bagus saja. 


Saya tak mau berekspektasi terlalu tinggi karena takut jadi beban. Jadi berfokus bermain bagus saja. 


TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tak Sengaja Like hingga Unfollow Marsha Aruan, El Rumi Anggap Cobaan Jelang Pernikahan

  El Rumi memilih berhenti berhubungan dengan sang mantan kekasih, Marhs Aruan untuk menjaga perasaan Syifa Hadju. Seperti diketahui, putra ...