Iran memastikan tidak ada kerugian berarti atas serangan Amerika terhadap pusat nukilrnya.
Ketegangan antara Iran terhadap Israel meningkat ketika Amerika Serikat ikut campur dengan melancarkan serangan udara terhadap tiga situs nuklir utama Iran. Fordow, Natanz, dan Isfahan, tiga pilar program nuklir Iran, menjadi sasaran presisi militer Amerika yang kini mengubah arah konflik menjadi jauh lebih luas dan berbahaya.
Dilansir dari BBC, Fordow bukan sekadar fasilitas biasa. Terletak di lereng gunung di selatan Teheran, tempat ini dibangun sangat dalam dan diperkirakan sekitar 80 hingga 90 meter di bawah permukaan tanah, membuatnya hampir mustahil dihancurkan oleh persenjataan konvensional.
Namun, Amerika Serikat punya senjata yang bisa menembus bunker: bom GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), seberat 13.000 kilogram. Dalam serangan terbaru, dua bom MOP dikabarkan dijatuhkan ke setiap target, termasuk Fordow. Serangan ini disebut-sebut sebagai yang paling serius terhadap fasilitas bawah tanah Iran.
Natanz dan Isfahan: Jantung Produksi Uranium Iran
Sementara itu, Natanz adalah pusat pengayaan uranium terbesar Iran, sementara Isfahan dikenal sebagai lokasi konversi uranium menjadi bahan bakar. Dengan menyerang dua fasilitas ini, Amerika seolah ingin memutus rantai nuklir Iran dari hulu ke hilir, dari pengolahan bahan baku hingga tahap pengayaan.
Dampak Serangan
Presiden AS Donald Trump mengklaim ketiga fasilitas "telah dihancurkan sepenuhnya", tetapi Iran memiliki narasi berbeda. Wakil Direktur Politik IRIB, Hassan Abedini, menyatakan bahwa bahan-bahan nuklir di tiga lokasi tersebut sudah dievakuasi jauh sebelum serangan. Ia menyebut Iran tidak mengalami "kerugian besar".
Sementara itu, para analis seperti Mark Kimmitt, mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, bersikap lebih hati-hati.
“Tidak ada cara untuk memastikan bahwa semuanya telah hancur selamanya,” ujarnya dalam siaran BBC.
Iran melaporkan bahwa lebih dari 200 orang telah tewas dan lebih dari 1.200 orang terluka sejak eskalasi terbaru dimulai. Di sisi lain, Israel kini meningkatkan status siaga nasional setelah serangan udara AS, menghentikan aktivitas pendidikan, kerja, dan pertemuan umum sebagai langkah antisipasi.
TEBAK SKOR GRATIS BERHADIAH UANG 1.5 JUTA RUPIAH , KLIK DISINI !!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar